Pembangunan infrastruktur IT yang tidak sinkron di lingkungan pemerintah

Pembangunan dibidang IT di lingkungan pemerintah sangat tidak terarah dan cenderung pemborosan, karena tidak dimanfaatkan secara optimal dan efesien, hal ini bukan isapan jempol belaka, dengan mudah dapat kita perhatikan dimana masing-masing pemerintah kabupaten memasang VSAT, masing-masing departemen pun berlomba-lomba dengan programnya membangun VSAT sebagai contohnya DIKNAS, DINKES dan banyak lagi yang lainnya, sedangkan dilapangan VSAT tersebut tidak bisa diakses oleh masyarakat umum, VSAT dijadikan barang yang ekslusif oleh badan/dinas/kantor/pemerintah terkait.

Jika pemerintah memiliki perencanaan yang lebih baik, tentu hasilnya lebih baik, sederhana saja, pemerintah cukup membangun 1 buat vsat untuk 1 Pemerintah kabupaten yang kemudian di sharing keseluruh pihak yang memerlukan (tentunya dengan bandwith yang memadai), tentunya masyarakat umum, kantor-kantor lain pun bisa menikmati teknologi yang di eklusifkan, tidak hanya diakses oleh kepala kantor, atau orang-orang yang menangani VSAT tersebut, sehingga pembangunan dibidang Teknologi Informasi tidak salah sasaran.

Selain tidak sinkron antara pusat dan daerah, prioritas antar kantor/departemen pun dinilai tidak berimbang, misalnya ada beberapa pihak yang notabene benar-benar memerlukan teknologi ini ternyata belum diberi kesempatan untuk mengimplementasikannya, misalnya Badan Pusat Statistik, sebagai badan yang bertanggungjawab mengenai ketersediaan data di Republik ini, ternyata belum ditunjang teknologi IT ini, padahal dapat kita tarik benang merah informasi dan data tidak terpisahkan, informasi tanpa data adalah ngarang, data tanpa informasi adalah bisu. Apakah hal ini disebabkan SDM yang tidak menguasai bidang ini di pihak pemerintah, atau masih berkutat proyekisasi pembangunan, …. hmm ???

Hal ini baru salah satu sisi saja dari pembangunan dibidang IT di Indonesia, jika kita cermati akan banyak hal yang tidak sesuai yang akan kita temui, marilah kita bersama-sama menyadarkan pemerintah sehingga kedepan pak tani pun mempunyai hak untuk mengakses internet dari laptopnya saat istirahat membajak sawahnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: